RED MY CLOUDY
PLEASE, USE YOUR BRAIN IF YOU GOT SOMETHING
Showing posts with label Kuliah. Show all posts

..:: Cara Mengunci Folder Tanpa Software ::..

Sunday, September 26, 2010
Pada kesempatan kali ini saya ingin bagi-bagi informasi Bagaimana cara untuk mengunci folder tanpa sofware. Untuk mengunci folder dengan Software mungkin sudah biasa sobat lakukan. Akan tetapi kalau tanpa software Apakah kita bisa menyembunyikan suatu folder rahasia kita dari orang lain? Jawabannya tentu saja bisa.

Mungkin ada sobat-sobat yang sudah mengetahui cara yang ingin saya informasikan ini. Akan tetapi, saya tetap akan membagi informasi ini untuk sobat blogger yang masih belum mengetahuinya. Tujuan saya tidak lain dan tidak bukan supaya seluruh masyarakat di Indonesia tahu cara ini dan bisa mempraktekkannya sendiri.

untuk mengunci folder tanpa sofware ini sangatlah mudah, caranya adalah sebagai berikut :

1. Buatlah sebuah notepad kosong atau new text document.txt di directory mana saja di computer atau laptop anda. Anda boleh memberi nama apa saja untuk new text document tersebut.

2. Setelah itu anda tinggal meng-copy script yang telah saya sediakan di bawah ini :


Spoiler Untuk Code:
-----------------------------------------------------------------------------------------
cls
@ECHO OFF
title Folder Locker
if EXIST "Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}" goto UNLOCK
if NOT EXIST Locker goto MDLOCKER
:CONFIRM
echo Are you sure you want to Lock the folder(Y/N)
set/p "cho=>"
if %cho%==Y goto LOCK
if %cho%==y goto LOCK
if %cho%==n goto END
if %cho%==N goto END
echo Invalid choice.
goto CONFIRM
:LOCK
ren Locker "Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}"
attrib +h +s "Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}"
echo Folder locked
goto End
:UNLOCK
echo Enter password to Unlock folder
set/p "pass=>"
if NOT %pass%==type your password here goto FAIL
attrib -h -s "Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}"
ren "Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}" Locker
echo Folder Unlocked successfully
goto End
:FAIL
echo Invalid password
goto end
:MDLOCKER
md Locker
echo Locker created successfully
goto End
:End

-----------------------------------------------------------------------------------------
3. Setelah anda selesai meng-copy, buka kembali notepad yang telah anda buat tadi dan Paste script ini di dalamnya.

4. buka notepad tadi dan ganti kata type your password here dengan password untuk membuka folder pada nantinya dan setelah selesai simpan script-nya dan ubah ekstensi file yang telah terdapat script tersebut dari ekstensi file ***.txt menjadi ***.bat

5. Double klik pada file tersebut dan beberapa detik kemudian akan muncul sebuah folder yang bernama Locker .

6. Simpanlah file-file anda yang ingin anda kunci di dalam folder yang bernama locker tersebut. Di dalam folder tersebut bisa kita letakkan file apa saja yang kita inginkan dengan ekstensi file yang berbeda. Baik itu file gambar, music, video, document, dan file-file lainnya.

7. Setelah semua file yang diinginkan tersimpan. Double klik pada script di notepad yang telah anda buat menjadi ***.bat . Lalu akan muncul tulisan are you sure want to lock the folder?(Y/N). Ketik “y” dan tekan enter untuk yes dan ketik “n” lalu tekan enter untuk no. Sekedar informasi tulisan are you sure want to lock the folder? yang ada pada script awal (default) bisa kita ubah sesuai keinginan kita. Seperti : apakah saudara yakin ingin mengunci folder ini? dan sebagainya.

8. Jika yang anda simpan adalah file penting, usahakan file yang anda simpan ini jangan sampai didelete oleh orang lain. Anda bisa mengantisipasinya dengan mengaktifkan fasilitas hidden file dan tidak menampakkan file-file yang ter-hidden sehingga orang lain tidak bisa menghapus file anda
Read On 0 comments

Apakah di VB atau XAML?

Tuesday, November 17, 2009
Apa yang salah dengan kode WPF berikut?

Class Window1 Kelas Window1

Sub OK_Click(sender As Object , e As RoutedEventArgs) Handles OK.Click Sub OK_Click (sender As Object, e As RoutedEventArgs) Menangani OK.Click

MsgBox( "Button Clicked" ) MsgBox ( "Button diklik")

End Sub End Sub

End Class Akhir Kelas

< Window x : Class ="Window1"
xmlns ="http://schemas.microsoft.com/winfx/2006/xaml/presentation" xmlns = "http://schemas.microsoft.com/winfx/2006/xaml/presentation"

xmlns : x ="http://schemas.microsoft.com/winfx/2006/xaml" xmlns: x = "http://schemas.microsoft.com/winfx/2006/xaml"

Title ="Window1" Height ="300" Width ="300"> Title = "Window1" Height = "300" Width = "300">

< Grid >

< Button Name ="OK" Click ="OK_Click"> OK
Read On 0 comments

The Key to using Anonymous Types (Kunci untuk menggunakan Jenis Anonymous)

Tuesday, November 17, 2009
Katakanlah Anda ingin daftar semua pelanggan dari sebuah meja di sebuah ComboBox, dan memperbarui UI berdasarkan mana yang dipilih. To do this we'll need to bring back two fields from the database – the customer's name and the customer's ID. Untuk melakukan hal ini kita harus membawa kembali dua field dari database - nama pelanggan dan ID pelanggan. When a customer is selected we want the ComboBox's SelectedValue property to equal the customer's ID. Ketika seorang pelanggan dipilih kita ingin ComboBox's SelectedValue properti untuk sama dengan ID pelanggan.



Here's some quick code that gets us up and running (using Northwind and LINQ to SQL): Berikut adalah beberapa kode yang cepat membuat kita bangun dan berjalan (menggunakan Northwind dan LINQ to SQL):



Dim db As New NorthwindDataContext Dim db As New NorthwindDataContext

Dim query = From row In db.Customers _ Dim query = Dari deretan Dalam db.Customers _

Select row.CompanyName, row.CustomerID Pilih row.CompanyName, row.CustomerID

ComboBox1.DataSource = query.ToList() ComboBox1.DataSource = query.ToList ()

ComboBox1.DisplayMember = "CompanyName" ComboBox1.DisplayMember = "companyname"

ComboBox1.ValueMember = "CustomerID" ComboBox1.ValueMember = "Pelanggan"

But now let's say your boss looks at the app and says “I want you to add an 'All Customers' option as the first item in the list.” Tapi sekarang katakanlah bos Anda melihat pada app dan berkata "Aku ingin Anda untuk menambahkan 'Semua Pelanggan' pilihan sebagai item pertama dalam daftar." How would you do that? Bagaimana Anda melakukannya? You'd need to insert an anonymous type into an existing sequence of anonymous types, which is tricky given that you can never actually use the type's name. Anda akan perlu untuk memasukkan jenis anonim ke urutan yang sudah ada jenis anonim, yang sulit mengingat bahwa Anda tidak pernah benar-benar menggunakan nama jenis.



Thankfully there's a trick that uses generic parameter inference that allows us to do this (it relies on the fact that the compiler will share (or “unify”) the definition of multiple anonymous types when they have the same number of members, in the same order, of the same type, with the same names, and the same mutability): Untungnya ada trik yang menggunakan parameter generik kesimpulan yang memungkinkan kita untuk melakukan hal ini (hal itu bergantung pada fakta bahwa kompiler akan membagi (atau "menyatukan") definisi dari beberapa jenis anonim ketika mereka memiliki jumlah anggota yang sama, sama ketertiban, dari jenis yang sama, dengan nama yang sama, dan hal berubah-ubah yang sama):



Dim db As New NorthwindDataContext Dim db As New NorthwindDataContext

Dim query = From row In db.Customers _ Dim query = Dari deretan Dalam db.Customers _

Select row.CompanyName, row.CustomerID Pilih row.CompanyName, row.CustomerID

Dim allOption = New With {.CompanyName = "All Customers" , _ Dim allOption = Baru Dengan (. Companyname = "Semua Pelanggan", _

.CustomerID = "-1" } . Pelanggan = "-1")

ComboBox1.DataSource = AddOptionForAll(query, allOption).ToList() ComboBox1.DataSource = AddOptionForAll (query, allOption). ToList ()

ComboBox1.DisplayMember = "CompanyName" ComboBox1.DisplayMember = "companyname"

ComboBox1.ValueMember = "CustomerID" ComboBox1.ValueMember = "Pelanggan"



... ...

Function AddOptionForAll( Of T)( ByVal sequence As IEnumerable( Of T), _ Fungsi AddOptionForAll (Of T) (ByVal urutan Seperti IEnumerable (Of T), _

ByVal allOption As T) As IEnumerable( Of T) AllOption Seperti ByVal T) Sebagai IEnumerable (Of T)

'wrap individual element in an array and then union the two sequences 'membungkus individu elemen dalam array dan kemudian persatuan dua sekuens

Return ( New T() {allOption}).Union(sequence) Return (New T () (allOption)). Union (urutan)

End Function End Function



As long as we have an anonymous type that's compatible with the anonymous type that the query generated, the compiler will determine that sequence and allOption are actually the same type and this should work fine. Selama kita memiliki tipe anonim yang kompatibel dengan tipe anonim yang dihasilkan query, compiler akan menentukan urutan dan allOption sebenarnya tipe yang sama dan hal ini harus dapat bekerja baik.



Ok so let's get to the bug – well in this case spotting it is pretty simple (it doesn't compile J ), but fixing it is tricky (though I've already given two pretty big hints). Ok jadi mari kita pergi ke bug - baik dalam kasus ini bercak itu sangat mudah (hal ini tidak dapat dikompilasi J), tetapi memperbaiki itu sulit (walaupun saya sudah cukup besar diberi dua petunjuk). Here's the text of the compiler error (it's on the line that calls AddOptionForAll): Berikut teks dari kesalahan kompilator (ini ada di baris yang panggilan AddOptionForAll):



Data type(s) of the type parameter(s) in method 'Public Function AddOptionForAll(Of T)(sequence As System.Collections.Generic.IEnumerable(Of T), allOption As T) As System.Collections.Generic.IEnumerable(Of T)' cannot be inferred from these arguments because they do not convert to the same type. Jenis data (s) dari jenis parameter (s) dalam metode 'Public Function AddOptionForAll (Of T) (urutan Sebagai System.Collections.Generic.IEnumerable (Of T), allOption Sebagai T) Sebagai System.Collections.Generic.IEnumerable ( T) 'tidak dapat disimpulkan dari argumen ini karena mereka tidak dikonversi ke tipe yang sama. Specifying the data type(s) explicitly might correct this error. Menentukan tipe data (s) secara eksplisit mungkin benar kesalahan ini.



What's wrong and how do we fix it? Apa yang salah dan bagaimana kita memperbaikinya?

. .



. .



. .



. .



. .



Answer: Jawaban: We actually told the compiler to generate two different anonymous type definitions, and thus it can't unify them because the types really are different. Kami benar-benar mengatakan kepada kompiler untuk menghasilkan dua jenis anonim definisi yang berbeda, dan dengan demikian tidak dapat menyatukan mereka karena sebenarnya jenis berbeda.



From earlier: “…the compiler will share (or “unify”) the definition of multiple anonymous types when they have the same number of members, in the same order, with the same names, and the same mutability ” Dari sebelumnya: "... kompilator akan membagi (atau" menyatukan ") definisi dari beberapa jenis anonim ketika mereka memiliki jumlah anggota yang sama, dalam urutan yang sama, dengan nama yang sama, dan hal berubah-ubah yang sama"



The anonymous type that the query generates will have ReadOnly properties, whereas the anonymous type that we generated (allOption) will have Read/Write properties. Jenis anonim menghasilkan bahwa permintaan akan memiliki sifat readonly, sedangkan tipe anonim yang kita dihasilkan (allOption) akan memiliki Baca / Tulis properti. The fix is to allOption immutable so that its structure will match the result of the query: Cara mengatasinya adalah kekal allOption sehingga strukturnya akan cocok dengan hasil dari query:



Dim allOption = New With { Key .CompanyName = "All Customers" , _ Dim allOption = Baru Dengan (Key. Companyname = "Semua Pelanggan", _

Key .CustomerID = "-1" } Key. Pelanggan = "-1")

The “Key” modifier tells the compiler to make those properties ReadOnly and to override Equals and GetHashCode such that they only consider “Key” properties when deciding if two instances of the same anonymous type are equal. The "Key" pengubah memberitahu compiler untuk membuat properti-properti readonly dan untuk menimpa Setara dan GetHashCode sehingga mereka hanya mempertimbangkan "Key" sifat ketika memutuskan apakah dua contoh anonim dari jenis yang sama adalah sama. (the other hint was in the title J ). (yang lainnya adalah petunjuk dalam judul J). For the query above, the compiler automatically inserts the “Key” modifier - ie what we wrote is exactly equivalent to this: Untuk pertanyaan di atas, compiler secara otomatis memasukkan "Kunci" pengubah - yaitu apa yang kita menulis adalah persis sama dengan ini:



Dim query = From row In db.Customers _ Dim query = Dari deretan Dalam db.Customers _

Select New With { Key row.CompanyName, Key row.CustomerID} Pilih Baru Dengan (Key row.CompanyName, Key row.CustomerID)



So with a simple fix to the allOption line we're now using the same anonymous type definition and everything works fine. Jadi dengan memperbaiki sederhana ke garis allOption kita sekarang menggunakan jenis anonim yang sama definisi dan semuanya bekerja dengan baik.



VB's anonymous type syntax is very flexible and provides three different options: immutable, fully mutable, or partially mutable (ie some fields are ReadOnly while others are not). VB's anonim sintaks jenis ini sangat fleksibel dan memberikan tiga pilihan: tidak berubah, sepenuhnya bisa berubah, atau sebagian bisa berubah (yaitu beberapa field yang readonly sementara yang lain tidak). Even for a simple scenario like adding an option to a list, the better you understand how things work under the covers the easier it'll be to debug problems later J . Bahkan untuk skenario sederhana seperti menambahkan opsi untuk daftar, semakin baik Anda memahami bagaimana hal-hal bekerja di bawah selimut semakin mudah untuk debug akan masalah di kemudian J.
Read On 0 comments

Shadowing in Visual Basic (englis)

Monday, November 09, 2009
When two programming elements share the same name, one of them can hide, or shadow, the other one. In such a situation, the shadowed element is not available for reference; instead, when your code uses the element name, the Visual Basic compiler resolves it to the shadowing element.
Purpose

The main purpose of shadowing is to protect the definition of your class members. The base class might undergo a change that creates an element with the same name as one you have already defined. If this happens, the Shadows modifier forces references through your class to be resolved to the member you defined, instead of to the new base class element.
Types of Shadowing

An element can shadow another element in two different ways. The shadowing element can be declared inside a subregion of the region containing the shadowed element, in which case the shadowing is accomplished through scope. Or a deriving class can redefine a member of a base class, in which case the shadowing is done through inheritance.
Shadowing Through Scope

It is possible for programming elements in the same module, class, or structure to have the same name but different scope. When two elements are declared in this manner and the code refers to the name they share, the element with the narrower scope shadows the other element (block scope is the narrowest).

For example, a module can define a Public variable named temp, and a procedure within the module can declare a local variable also named temp. References to temp from within the procedure access the local variable, while references to temp from outside the procedure access the Public variable. In this case, the procedure variable temp shadows the module variable temp.

The following illustration shows two variables, both named temp. The local variable temp shadows the member variable temp when accessed from within its own procedure p. However, the MyClass keyword bypasses the shadowing and accesses the member variable.
Shadowing through scope

Graphic diagram of shadowing through scope

For an example of shadowing through scope, see How to: Hide a Variable with the Same Name as Your Variable.
Shadowing Through Inheritance

If a derived class redefines a programming element inherited from a base class, the redefining element shadows the original element. You can shadow any type of declared element, or set of overloaded elements, with any other type. For example, an Integer variable can shadow a Function procedure. If you shadow a procedure with another procedure, you can use a different parameter list and a different return type.

The following illustration shows a base class b and a derived class d that inherits from b. The base class defines a procedure named proc, and the derived class shadows it with another procedure of the same name. The first Call statement accesses the shadowing proc in the derived class. However, the MyBase keyword bypasses the shadowing and accesses the shadowed procedure in the base class.
Shadowing through inheritance

Graphic diagram of shadowing through inheritance

For an example of shadowing through inheritance, see How to: Hide a Variable with the Same Name as Your Variable and How to: Hide an Inherited Variable.
Shadowing and Access Level

The shadowing element is not always accessible from the code using the derived class. For example, it might be declared Private. In such a case, shadowing is defeated and the compiler resolves any reference to the same element it would have if there had been no shadowing. This element is the accessible element the fewest derivational steps backward from the shadowing class. If the shadowed element is a procedure, the resolution is to the closest accessible version with the same name, parameter list, and return type.

The following example shows an inheritance hierarchy of three classes. Each class defines a Sub procedure display, and each derived class shadows the display procedure in its base class.

Public Class firstClass
Public Sub display()
MsgBox("This is firstClass")
End Sub
End Class
Public Class secondClass
Inherits firstClass
Private Shadows Sub display()
MsgBox("This is secondClass")
End Sub
End Class
Public Class thirdClass
Inherits secondClass
Public Shadows Sub display()
MsgBox("This is thirdClass")
End Sub
End Class
Module callDisplay
Dim first As New firstClass
Dim second As New secondClass
Dim third As New thirdClass
Public Sub callDisplayProcedures()
' The following statement displays "This is firstClass".
first.display()
' The following statement displays "This is firstClass".
second.display()
' The following statement displays "This is thirdClass".
third.display()
End Sub
End Module

In the preceding example, the derived class secondClass shadows display with a Private procedure. When module callDisplay calls display in secondClass, the calling code is outside secondClass and therefore cannot access the private display procedure. Shadowing is defeated, and the compiler resolves the reference to the base class display procedure.

However, the further derived class thirdClass declares display as Public, so the code in callDisplay can access it.
Shadowing and Overriding

Do not confuse shadowing with overriding. Both are used when a derived class inherits from a base class, and both redefine one declared element with another. But there are significant differences between the two. For a comparison, see Differences Between Shadowing and Overriding.
Shadowing and Overloading

If you shadow the same base class element with more than one element in your derived class, the shadowing elements become overloaded versions of that element. For more information, see Procedure Overloading.
Accessing a Shadowed Element

When you access an element from a derived class, you normally do so through the current instance of that derived class, by qualifying the element name with the Me keyword. If your derived class shadows the element in the base class, you can access the base class element by qualifying it with the MyBase keyword.

For an example of accessing a shadowed element, see How to: Access a Variable Hidden by a Derived Class.
Declaration of the Object Variable

How you create the object variable can also affect whether the derived class accesses a shadowing element or the shadowed element. The following example creates two objects from a derived class, but one object is declared as the base class and the other as the derived class.

Public Class baseCls
' The following statement declares the element that is to be shadowed.
Public z As Integer = 100
End Class
Public Class dervCls
Inherits baseCls
' The following statement declares the shadowing element.
Public Shadows z As String = "*"
End Class
Public Class useClasses
' The following statement creates the object declared as the base class.
Dim basObj As baseCls = New dervCls()
' Note that dervCls widens to its base class baseCls.
' The following statement creates the object declared as the derived class.
Dim derObj As dervCls = New dervCls()
Public Sub showZ()
' The following statement outputs 100 (the shadowed element).
MsgBox("Accessed through base class: " & basObj.z)
' The following statement outputs "*" (the shadowing element).
MsgBox("Accessed through derived class: " & derObj.z)
End Sub
End Class
Read On 0 comments

Shadowing in Visual Basic (Indonesia)

Monday, November 09, 2009
Bayangan dalam Visual Basic

When two programming elements share the same name, one of them can hide, or shadow , the other one. Ketika dua elemen pemrograman berbagi nama yang sama, salah satu dari mereka dapat menyembunyikan, atau bayangan, yang lain. In such a situation, the shadowed element is not available for reference; instead, when your code uses the element name, the Visual Basic compiler resolves it to the shadowing element. Dalam situasi demikian, elemen yang gelap tidak tersedia untuk referensi, sebaliknya, ketika kode Anda menggunakan nama elemen, kompiler Visual Basic resolve ke elemen bayangan.
Purpose Tujuan

The main purpose of shadowing is to protect the definition of your class members. Tujuan utama adalah untuk melindungi membayangi definisi dari anggota kelas Anda. The base class might undergo a change that creates an element with the same name as one you have already defined. Kelas dasar mungkin akan mengalami perubahan yang menciptakan suatu elemen dengan nama yang sama sebagai salah satu telah ditetapkan. If this happens, the Shadows modifier forces references through your class to be resolved to the member you defined, instead of to the new base class element. Jika ini terjadi, kekuatan pengubah Shadows referensi melalui kelas Anda harus diselesaikan ke anggota Anda ditetapkan, bukannya yang baru kelas dasar elemen.
Types of Shadowing Jenis bayangan

An element can shadow another element in two different ways. Bayangan dapat unsur unsur lain dalam dua cara yang berbeda. The shadowing element can be declared inside a subregion of the region containing the shadowed element, in which case the shadowing is accomplished through scope . Bayangan elemen yang dapat dideklarasikan di dalam daerah subregion berisi elemen gelap, dalam hal ini membayangi dicapai melalui cakupan. Or a deriving class can redefine a member of a base class, in which case the shadowing is done through inheritance . Atau berasal kelas dapat mendefinisikan kembali anggota kelas dasar, dalam hal ini membayangi dilakukan melalui warisan.
Shadowing Through Scope Melalui bayangan Lingkup

It is possible for programming elements in the same module, class, or structure to have the same name but different scope. Hal ini dimungkinkan untuk elemen pemrograman dalam modul yang sama, kelas, atau struktur untuk memiliki nama yang sama tetapi berbeda ruang lingkup. When two elements are declared in this manner and the code refers to the name they share, the element with the narrower scope shadows the other element (block scope is the narrowest). Ketika dua elemen dinyatakan dengan cara ini dan kode mengacu pada nama mereka berbagi, unsur dengan bayang-bayang lingkup sempit unsur lain (blok cakupannya sempit).

For example, a module can define a Public variable named temp , and a procedure within the module can declare a local variable also named temp . Sebagai contoh, sebuah modul dapat mendefinisikan sebuah variabel Publik bernama temp, dan prosedur dalam modul dapat mendeklarasikan variabel lokal juga bernama temp. References to temp from within the procedure access the local variable, while references to temp from outside the procedure access the Public variable. Referensi untuk temp dari dalam prosedur mengakses variabel lokal, sedangkan referensi untuk temp dari luar prosedur mengakses variabel Publik. In this case, the procedure variable temp shadows the module variable temp . Dalam kasus ini, variabel prosedur bayangan temp variabel modul temp.

The following illustration shows two variables, both named temp . Ilustrasi berikut menunjukkan dua variabel, keduanya bernama temp. The local variable temp shadows the member variable temp when accessed from within its own procedure p . Variabel lokal bayangan temp temp variabel anggota ketika diakses dari dalam prosedur sendiri p. However, the MyClass keyword bypasses the shadowing and accesses the member variable. Namun, MyClass bypasses kata kunci yang membayangi dan mengakses variabel anggota.
Shadowing through scope Pembayangan melalui cakupan

Diagram graphic membayangi melalui cakupan

For an example of shadowing through scope, see How to: Hide a Variable with the Same Name as Your Variable . Untuk contoh membayangi melalui cakupan, lihat Cara: Sembunyikan Variabel dengan Nama yang Sama sebagai Variabel Anda.
Shadowing Through Inheritance Melalui bayangan Warisan

If a derived class redefines a programming element inherited from a base class, the redefining element shadows the original element. Jika sebuah kelas turunan mengubah elemen pemrograman diwariskan dari kelas dasar, yang mendefinisikan ulang bayangan elemen elemen asli. You can shadow any type of declared element, or set of overloaded elements, with any other type. Anda dapat bayangan menyatakan setiap jenis elemen, atau seperangkat unsur-unsur kelebihan beban, dengan jenis lain. For example, an Integer variable can shadow a Function procedure. Sebagai contoh, sebuah variabel integer dapat bayangan Fungsi prosedur. If you shadow a procedure with another procedure, you can use a different parameter list and a different return type. Jika Anda bayangan sebuah prosedur dengan prosedur lain, Anda dapat menggunakan daftar parameter yang berbeda dan jenis yang berbeda kembali.

The following illustration shows a base class b and a derived class d that inherits from b . Ilustrasi berikut menunjukkan kelas dasar b dan kelas turunan d yang mewarisi dari b. The base class defines a procedure named proc , and the derived class shadows it with another procedure of the same name. Kelas dasar mendefinisikan prosedur bernama proc, dan kelas turunan bayang-bayang itu dengan prosedur lain dengan nama yang sama. The first Call statement accesses the shadowing proc in the derived class. Pernyataan Panggilan pertama mengakses membayangi proc di kelas turunan. However, the MyBase keyword bypasses the shadowing and accesses the shadowed procedure in the base class. Namun, kata kunci MyBase bypasses yang membayangi dan mengakses prosedur gelap di kelas dasar.
Shadowing through inheritance Pembayangan melalui warisan

Diagram graphic membayangi melalui warisan

For an example of shadowing through inheritance, see How to: Hide a Variable with the Same Name as Your Variable and How to: Hide an Inherited Variable . Untuk contoh membayangi melalui warisan, lihat Cara: Sembunyikan Variabel dengan Nama yang Sama seperti Anda Variabel dan Cara: Sembunyikan sebuah warisan Variabel.
Shadowing and Access Level Bayangan dan Level Akses

The shadowing element is not always accessible from the code using the derived class. Bayangan elemen yang tidak selalu dapat diakses dari kode menggunakan kelas turunan. For example, it might be declared Private . Sebagai contoh, mungkin akan menyatakan Pribadi. In such a case, shadowing is defeated and the compiler resolves any reference to the same element it would have if there had been no shadowing. Dalam kasus seperti itu, membayangi adalah kompilator dikalahkan dan menyelesaikan setiap referensi untuk elemen yang sama akan ada jika tidak ada bayangan. This element is the accessible element the fewest derivational steps backward from the shadowing class. Elemen ini adalah elemen diakses derivasional paling sedikit langkah mundur dari kelas bayangan. If the shadowed element is a procedure, the resolution is to the closest accessible version with the same name, parameter list, and return type. Jika elemen gelap adalah prosedur, resolusi adalah versi yang paling dekat yang dapat diakses dengan nama yang sama, daftar parameter, dan kembali mengetik.

The following example shows an inheritance hierarchy of three classes. Contoh berikut menunjukkan hirarki warisan tiga kelas. Each class defines a Sub procedure display , and each derived class shadows the display procedure in its base class. Setiap kelas mendefinisikan sebuah prosedur Kecamatan layar, dan masing-masing kelas yang diturunkan dari bayang-bayang layar prosedur dalam kelas dasar.

Public Class firstClass Kelas publik firstClass
Public Sub display() Public Sub display ()
MsgBox("This is firstClass") MsgBox ( "Ini firstClass")
End Sub End Sub
End Class Akhir Kelas
Public Class secondClass Kelas publik secondClass
Inherits firstClass Mewarisi firstClass
Private Shadows Sub display() Shadows Private Sub display ()
MsgBox("This is secondClass") MsgBox ( "Ini secondClass")
End Sub End Sub
End Class Akhir Kelas
Public Class thirdClass Kelas publik thirdClass
Inherits secondClass Mewarisi secondClass
Public Shadows Sub display() Public Shadows Sub display ()
MsgBox("This is thirdClass") MsgBox ( "Ini thirdClass")
End Sub End Sub
End Class Akhir Kelas
Module callDisplay Modul callDisplay
Dim first As New firstClass Dim pertama As New firstClass
Dim second As New secondClass Dim detik As New secondClass
Dim third As New thirdClass Dim ketiga As New thirdClass
Public Sub callDisplayProcedures() Public Sub callDisplayProcedures ()
' The following statement displays "This is firstClass". 'Pernyataan berikut akan menampilkan "Ini firstClass".
first.display() first.display ()
' The following statement displays "This is firstClass". 'Pernyataan berikut akan menampilkan "Ini firstClass".
second.display() second.display ()
' The following statement displays "This is thirdClass". 'Pernyataan berikut akan menampilkan "Ini thirdClass".
third.display() third.display ()
End Sub End Sub
End Module Akhir Modul

In the preceding example, the derived class secondClass shadows display with a Private procedure. Dalam contoh sebelumnya, kelas turunan bayangan secondClass layar dengan prosedur Swasta. When module callDisplay calls display in secondClass , the calling code is outside secondClass and therefore cannot access the private display procedure. Ketika panggilan callDisplay modul ditampilkan dalam secondClass, kode pemanggilan di luar secondClass dan karena itu tidak dapat mengakses prosedur layar pribadi. Shadowing is defeated, and the compiler resolves the reference to the base class display procedure. Bayangan dikalahkan, dan kompilator menyelesaikan referensi untuk kelas dasar prosedur layar.

However, the further derived class thirdClass declares display as Public , so the code in callDisplay can access it. Namun, lebih lanjut menyatakan thirdClass kelas turunan ditampilkan sebagai publik, sehingga kode di callDisplay dapat mengaksesnya.
Shadowing and Overriding Membayangi dan dikesampingkan

Do not confuse shadowing with overriding. Jangan bingung bayangan dengan meng-override. Both are used when a derived class inherits from a base class, and both redefine one declared element with another. Keduanya digunakan ketika kelas turunan mewarisi dari kelas dasar, dan keduanya mendefinisikan kembali satu elemen dinyatakan dengan yang lain. But there are significant differences between the two. Tetapi ada perbedaan yang signifikan antara keduanya. For a comparison, see Differences Between Shadowing and Overriding . Untuk perbandingan, lihat Perbedaan Antara bayangan dan meng-override.
Shadowing and Overloading Membayangi dan Overloading

If you shadow the same base class element with more than one element in your derived class, the shadowing elements become overloaded versions of that element. Jika Anda bayangan kelas dasar yang sama elemen dengan lebih dari satu unsur dalam kelas turunan, unsur-unsur yang membayangi jadi kelebihan muatan versi elemen. For more information, see Procedure Overloading . Untuk informasi lebih lanjut, lihat Prosedur Overloading.
Accessing a Shadowed Element Unsur mengakses shadow

When you access an element from a derived class, you normally do so through the current instance of that derived class, by qualifying the element name with the Me keyword. Ketika Anda mengakses sebuah elemen dari kelas turunan, biasanya Anda melakukannya melalui contoh saat ini yang berasal kelas, dengan kualifikasi unsur nama dengan Me kata kunci. If your derived class shadows the element in the base class, you can access the base class element by qualifying it with the MyBase keyword. Jika bayangan kelas turunan elemen di kelas dasar, Anda dapat mengakses kelas dasar elemen dengan kualifikasi dengan MyBase kata kunci.

For an example of accessing a shadowed element, see How to: Access a Variable Hidden by a Derived Class . Untuk contoh mengakses elemen gelap, lihat Cara: Mengakses Variable Tersembunyi oleh Derived Class.
Declaration of the Object Variable Deklarasi Variabel Objek

How you create the object variable can also affect whether the derived class accesses a shadowing element or the shadowed element. Bagaimana Anda membuat variabel objek juga dapat mempengaruhi apakah mengakses kelas turunan yang membayangi elemen atau unsur yang gelap. The following example creates two objects from a derived class, but one object is declared as the base class and the other as the derived class. Contoh berikut membuat dua objek dari kelas turunan, tetapi satu objek dinyatakan sebagai kelas dasar dan yang lain sebagai kelas turunan.

Public Class baseCls Kelas publik baseCls
' The following statement declares the element that is to be shadowed. 'Pernyataan berikut menyatakan elemen yang menjadi gelap.
Public z As Integer = 100 Publik z As Integer = 100
End Class Akhir Kelas
Public Class dervCls Kelas publik dervCls
Inherits baseCls Mewarisi baseCls
' The following statement declares the shadowing element. 'Pernyataan berikut menyatakan elemen bayangan.
Public Shadows z As String = "*" Shadows publik z As String = "*"
End Class Akhir Kelas
Public Class useClasses Kelas publik useClasses
' The following statement creates the object declared as the base class. 'Pernyataan berikut menciptakan objek dinyatakan sebagai kelas dasar.
Dim basObj As baseCls = New dervCls() Dim basObj Seperti baseCls = New dervCls ()
' Note that dervCls widens to its base class baseCls. 'Perhatikan bahwa dervCls melebar ke baseCls kelas basis.
' The following statement creates the object declared as the derived class. 'Pernyataan berikut menciptakan objek dinyatakan sebagai kelas turunan.
Dim derObj As dervCls = New dervCls() Dim derObj Seperti dervCls = New dervCls ()
Public Sub showZ() Public Sub showZ ()
' The following statement outputs 100 (the shadowed element). 'Pernyataan berikut output 100 (elemen yang gelap).
MsgBox("Accessed through base class: " & basObj.z) MsgBox ( "Diakses melalui kelas dasar:" & basObj.z)
' The following statement outputs "*" (the shadowing element). 'Pernyataan berikut output "*" (dalam bayangan elemen).
MsgBox("Accessed through derived class: " & derObj.z) MsgBox ( "Diakses melalui kelas turunan:" & derObj.z)
End Sub End Sub
End Class Akhir Kelas
Read On 0 comments

Beberapa Pengertian Tentang Data Flow Diagram (DFD)

Monday, November 02, 2009
Data Flow Diagram (DFD) merupakan alat yang digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir ataupun lingkungan fisik dimana data tersebut akan disimpan (Jogiyanto, HM, 2005 :700).


Kesatuan Luar

Merupakan kesatuan lingkungan di luar sistem yang dapat berupa orang, organisasi atau sistem lainnya yang berada di lingkungan luarnya yang akan memberikan input atau menerima output dari sistem.

Arus Data
Arus data ini mengalir diantara proses, simpanan data dan kesatuan luar. Arus data ini menunjukkan arus dari data yang dapat berupa masukan untuk sistem atau hasil dari proses sistem. Arus data ini ditunjukkan dengan simbol panah.

Proses
Suatu proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk menghasilkan arus data yang akan keluar dari proses.

Simpan Data
Simpanan data merupakan simpanan dari data yang dapat berupa:
a. Suatu file atau database di sistem komputer
b. Suatu arsip atau catatan manual
c. Suatu kotak tempat data di meja seseorang
d. Suatu tabel acuan manual
e. Suatu agenda atau buku


Aturan Main DFD
1. tidak boleh mengubungkan external entity dangan external entiti secara langsung.
2. tidak boleh menghubungkan data store dengan data store secara langsung
3. tidak boleh menghubungkan entity dengan data store secara langsung
4. setiap proses harus ada data flow yang masuk dan data flow yang keluar.

Cara Membuat DFD
umum ------> detail ( TOP DOWN ANALYS )
Jabarkan proses sedetail mengkin
pelihara konsistensi antar proses
berikan label yang bermakna

Tahap Pembuatan DFD
1. diagram context : menggambarkan sistem secara global
2, diagram nol : penjabaran terperinci dari diagram context
3. diagram detail : menggambarkan proses secara terperinci dari diagram nol
Read On 0 comments

DESAIN PENELITIAN DAN METODE PENELITIAN

Tuesday, October 27, 2009
Desain Penelitian

Desain penelitian adalah semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian.

1. Desain dalam merencanakan penelitian

Desain dalam perencanaan penelitian bertujuan untuk melaksanakan penelitian, sehingga dapat diperoleh suatu logika, baik dalam pengujian hipotesa maupun dalam membuat kesimpulan. Desain rencana penelitian yang baik akan dapat menterjemahkan model-model ilmiah ke dalam operasional penelitian secara praktis

2. Desain pelaksanaan penelitian

Meliputi proses membuat percobaan ataupun pengamatan serta memilih pengukuran-pengukuran variabel, memilih prosedur dan teknik sampling, alat-alat untuk mengumpulkan data kemudian membuat coding, editing dan memproses data yang dikumpulkan, termasuk juga proses analisa data serta membuat laporan.

* Desain sampel

Desain sampel yang akan digunakan dalam operasional penelitian amat tergantung dari pandangan efisiensi, yaitu :

a. Mendefinisikan populasi

b. Menentukan besarnya sampel

c. Menentukan sampel yang representatif

* Desain alat ( Instrumen )

Yang dimaksud dengan alam disini adalah alat untuk mengumpulkan data. Desain terhadap alat untuk mengumpulkan data sangat menentukan dalam pengujian hipotesa. Alat yang digunakan dapat sangat berstruktur (check list dari kuesioner), kurang berstruktur (interview guide), ataupun suatu outline biasa di dalam mencatat pengamatan langsung.

* Desain analisa

Dalam desain analisa, maka diperlukan alat-alat yang digunakan untuk membantu analisa. Penggunaan statistik yang tepat yang sesuai dengan keperluan analisa harus dipilih sebaik-baiknya.

Metode Penelitian akan memberi gambaran atas:

1. Bagaimana suatu Riset akan dilaksanakan; atau Bagaimana melanjutkan suatu riset yang pernah ada.
2. Pertanyaan dan tujuan/objektif
3. Teknik atau instrumen yang akan digunakan untuk mengumpulkan data
4. Jenis data yang akan dikumpulkan
5. Bagaimana cara yang akan digunakan peneliti untuk menganalisa data
6. Kesimpulan yang dapat diperoleh



Pelaksanaan Riset Secara Deduktif

Dikenal pula dengan istilah pendekatan positif. Riset dimulai dengan Hipotesis dilanjutkan dengan uji hipotesis.

Contoh:

Pembagian Laba akan meningkatkan motivasi kerja karyawan, yang kemudian meningkatkan produktivitas.



Pelaksanaan Riset Secara Induktif

Dikenal pula dengan istilah pendekatan fenomenologis. Riset ini dimulai dengan penyajian beberapa asumsi/teori. Dilanjutkan dengan penelitian atas fenomena dan bandingkan dengan teori/asumsi tsb.

Contoh :

Studi kasus penerapan pembagian laba pada PT “XYZ”



Pengelompokan Penelitian

1. Sifat masalah yang dipecahkan

Membagi penelitian dengan memperhatikan apakah masalah yang ingin dipecahkan tersebut masalah yang dapat dikontrol atau tidak, masalah sosial atau masalah natura, dan apa tujuan dari penelitian tersebut

2. Alat dan tehnik yang digunakan

Alat apa dan teknik apa yang digunakan dalam mengumpulkan data.

3. Tempat penelitian

Apakah penelitian dilakukan di lapangan, di laboratorium, di perpustakaan, di dalam masyarakat, dan sebagainya.

4. Waktu jangkauan penelitian

Apakah penelitian yang dilakukan mengenai status dewasa ini ataukah status di masa lampau.

5. Daerah penelitian

Pengelompokan berdasarkan pada daerah atau area penelitian yang didukung oleh bidang ilmu tertentu, seperti filsafat, sosiologi, kependudukan, psikologi, usaha tani, dan sebagainya



Metode Penelitian :

1. Metode Sejarah

2. Metode Deskripsi/Survei

• Metode Survei

• Metode Deskriptif Berkesinambungan

• Metode Studi Kasus

• Metode Analisa Pekerjaan dan Aktivitas

• Metode Studi Komperatif

• Metode Studi Waktu dan Gerakan

3. Metode Eksperimental

4. Metode Grounded Research

5. Metode Penelitian Tindakan



Metode Sejarah

Bertujuan untuk memberikan rekonstruksi masa lampau secara sistematis, dengan mengumpulkan,mengevaluasi,menjelaskan dan mensintesis bukti bukti untuk menegakkan fakta dan menarik kesimpulan secara tepat



Ciri khas metode sejarah

1. Tergantung pada data yang diamati orang lain dimasa lampau

2. Lebih banyak menggunakan data primer daripada data sekunder

3. Menggali informasi yang tua yang tidak diterbitkan,tidak dikutip dalam bahan acuan standar

4. Sumber data harus dinyatakan secara definitif



Metode Deskriptif

Adalah metode penelitian untuk membuat gambaran mengenai kejadian.

Tujuan : Untuk menggambarkan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki.

Riset secara deskriptif mencoba memperoleh jawaban atas pertanyaan Siapa (who), Apa (what), Kapan/Bilamana (When) dan kadang kala Bagaimana (how). Peneliti kerap mendeskripsikan suatu subjek dengan penciptaan suatu kelompok masalah, kejadian dan orang.

Riset semacam ini menuntut sang peneliti melakukan pengumpulan data dan menghabiskan waktu untuk observasi atas berbagai kejadian atau karakter (dikenal dengan istilah variabel riset).



Riset Eksplanasi

Namun ketika riset deskriptif dilanjutkan dengan mencari jawaban atau penjelasan atas suatu fenomena maka riset tersebut menjadi riset explanatory. Riset explanatory secara sederhana mencari jawaban atas pertanyaan mengapa (Why). Perlu diketahui bahwa akademisi masih memperdebatkan batasan antara riset deskriptif dan explanatory, karena kerap riset explanatory juga mencari jawaban atas pertanyaan Bagaimana (How).
Read On 0 comments

METODE ILMIAH

Tuesday, October 27, 2009
Pengertian Metode Ilmiah

Metode Ilmiah adalah suatu pengejaran terhadap kebenaran yang diatur oleh pertimbangan-pertimbangan logis.

( Almack, 1939 ) Metode ilmiah : cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan dan penjelasan kebenaran.


Kriteria Metode Ilmiah

1. Berdasarkan fakta

Keterangan yang ingin diperoleh dalam penelitian, baik yang akan dikumpulan ataupun yang akan dianalisa harus berdasarkan fakta-fakta yang nyata, jangan berdasarkan pada daya khayal, kira-kira, legenda-legenda, atau sejenisnya.

2. Bebas dari prasangka

Harus mempunyai sifat bebas prasangka, bersih dan jauh dari pertimbangan subjektif.

3. Menggunakan prinsip-prinsip analisis

Semua masalah harus dicari sebab musabab serta pemecahannya dengan menggunakan analisa yang logis. Semua kejadian harus dicari sebab-akibat dengan menggunakan analisa yang tajam.

4. Perumusan masalah, antara lain dengan menyusun hipotesis

Hipotesa digunakan untuk memandu jalan pikiran ke arah tujuan yang ingin dicapai sehingga hasil yang ingin diperoleh akan mengenai sasaran yang tepat.

5. Menggunakan ukuran obyektif

Ukuran yang digunakan tidak boleh dengan mengandalkan merasa-rasa atau menuruti hati nurani. Pertimbangan-pertimbangan harus dibuat secara objektif dengan pikiran yang waras.

6. Menggunakan teknik kuantitatif dan atau kualitatif

Data yang didapat menggunakan data ukuran kuantitatif, contoh ton, mm, ohm, kilogram, dan sebagainya, jangan menggunakan ukuran seperti sejauh mata memandang, sehitam aspal, dan sebagainya.



Tahapan Metode Ilmiah

1. Memilih dan mendefinisikan masalah

Langkah pertama dalam meneliti adalah menetapkan masalah yang akan dipecahkan atau diangkat ke dalam sebuah penelitian. Untuk menghilangkan keragu-raguan, masalah tersebut didefinisikan secara jelas. Contoh Penelitian : "Bagaimana pengaruh mekanisasi terhadap pendapatan usaha tani di Aceh?" Berikan definisi tentang usaha tani, mekanisasi, pada musim apa, dan sebagainya.

2. Survei data yang tersedia

Mencari data yang tersedia yang pernah ditulis peneliti sebelumnya yang ada hubungannya dengan masalah yang ingin dipecahkan. (Langkah pertama dan kedua dapat dikerjakan secara bersamaan).

3. Merumuskan hipotesis (bila penelitian bertujuan menguji hipotesis)

Hipotesa adalah kesimpulan sementara tentang hubungan antar variabel atau fenomena-fenomena dalam penelitian.

4. Menyusun kerangka analisa dan alat-alat dalam menguji hipotesis

Pengujian hipotesa menghendaki data yang dikumpulkan untuk keperluan penelitian.

5. Mengumpulkan data

Peneliti memerlukan data untuk menguji hipotesa, data terserbut perlu dikumpulkan.

6. Mengolah, menganalisa dan membuat interpretasi

Setelah data terkumpul, peneliti menyusun data untuk dianalisa. Penyusunan data dapat berbentuk tabel ataupun membuat coding untuk dianalisa dengan komputer. Setelah dianalisa, data perlu diberikan interpretasi terhadap data tersebut.

7. Generalisasi dan membuat kesimpulan

Kesimpulan dan generalisasi harus berkaitan dengan hipotesa. Apakah hipotesa benar untuk diterima ataukah ditolah. Apakah ada hubungan antar fenomena yang diperoleh atau tidak.

8. Membuat laporan penelitian

Langkah akhir dari suatu penelitian ilmiah adalah membuat laporan ilmiah tentang hasil-hasil yang diperoleh dari penelitian tersebut.


Unsur Pemikiran Ilmiah

1. Observasi dengan tujuan tertentu
2. Analisa sintesa
3. Mengingat dan memunculkan kembali secara selektif
4. Hipotesis (bila penelitian bertujuan menguji hipotesis)
5. Verifikasi terhadap inferensi
6. Pemberian alasan
7. Keputusan


Sifat Penelitian

1. Bersifat Kualitatif / QUALITATIF
2. Bersifat Kuantitatif / QUANTITATIF

Masalah utama yang biasa dihadapi para peneliti pemula adalah menentukan metode penelitian yang paling tepat Qualitatif atau Quantitatif Jawabannya tergantung pada masalah yang hendak diriset.


QUALITATIF atau QUANTITATIF?

Metodologi, yakni bagaimana mengumpulkan dan menganalisis data/informasi berkenaan dengan topik penelitian, antara lain:

1. Jenis data yang dibutuhkan, Qualitatif atau Quantitatif? (WHAT)

2. Lokasi Penelitian (WHERE)

3. Bagaimana data/informasi dikoleksi (HOW)

4. Bagaimana data/informasi tsb akan dianalisa?
Read On 0 comments

DASAR-DASAR PENELITIAN

Tuesday, October 27, 2009
Pengertian PENELITIAN

1. Menurut Webter Dictionary, Penelitian adalah investigasi atau eksperimen yang bertujuan untuk menemukan dan interpretasi atas fakta, revisi atas teori atau hukum karena terdapat fakta baru, atau aplikasi praktikal atas teori atau hukum yang telah direvisi

2. Menurut Donald & William (1997), penelitian ilmiah adalah penyelidikan yang sistematis, terkendali, empiris, dan kritis mengenai fenomena-fenomena alam yang dibimbing oleh teori dan hipotesis-hipotesis mengenai hubungan-hubungan yang diduga antara fenomena-fenomena tersebut.



Riset adalah suatu usaha untuk menemukan suatu hal menurut metode yang ilmiah, sehingga riset memiliki 3 unsur penting, yaitu: (1) sasaran, (2) usaha untuk mencapai sasaran serta (3) metode ilmiah (Husein, 1999).

Penelitian bisnis merupakan penyelidikan sistematis yang ditujukan pada penyediaan informasi untuk menyelesaikan persoalan-persoalan (Donald et al., 1997).



Ilmu Pengetahuan dan Hubungannya dengan Penelitian

Definisi Ilmu :

l Pengetahuan tentang fakta-fakta baik natura (eksakta) maupun sosial yang berlaku umum dan sistematik.

l Proses berpikir lahir dari sesuatu rasa sangsi akan sesuatu dan keinginan untuk memperoleh suatu ketentuan yang kemudian tumbuh menjadi suatu masalah yang khas.

l Masalah memerlukan suatu pemecahan, dan untuk ini dilakukan penyelidikan terhadap data yang tersedia dengan metode yang tepat.

Hubungan antara ilmu dan penelitian

Menurut Almack (1930) hubungan antara ilmu dan penelitian adalah seperti hasil dan proses, seperti terlihat pada gambar di bawah ini :



Menurut Whitney (1960) penelitian dan ilmu merupakan proses dan hasilnya adalah kebenaran, seperti terlihat pada gambar di bawah ini :



Manfaat Penelitian

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat kesamaan antara Penelitian dan Ilmu, yakni keduanya berusaha mengungkapkan kebenaran ilmiah.



Kebenaran Ilmiah

Suatu kebenaran ilmiah dapat diterima karena :

1. Adanya koheran : Konsisten

* Kebenaran Koheren: Sesuatu (pernyataan) dianggap benar apabila konsisten dan memiliki koherensi dengan pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Teori koheren menggunakan logika deduktif, artinya metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal umum ke khusus. Contohnya, seluruh mahasiswa BSI harus mengikuti kegiatan Ospek. Luri adalah mahasiswa BSI, jadi harus mengikuti kegiatan Ospek.

2. Adanya koresponden : Berhubungan

* Kebenaran Koresponden: Sesuatu (pernyataan) dianggap benar apabila materi pengetahuan yang terkandung didalamnya berhubungan atau memiliki korespondensi dengan obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut. Teori koresponden menggunakan logika induktif, artinya metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Dengan kata lain kesimpulan akhir ditarik karena ada fakta-fakta mendukung yang telah diteliti dan dianalisa sebelumnya. Contohnya, Jurusan Komputerisasi Akuntasi, Manajemen Informatika, dan Teknik Komputer BSI ada di Kramat. Jadi AMIK BSI ada di Kramat.

3. Pragmatis : Sifat fungsional dalam kehidupan praktis

* Kebenaran Pragmatis: Sesuatu (pernyataan) dianggap benar apabila memiliki kegunaan/manfaat praktis dan bersifat fungsional dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, Yadi mau bekerja di sebuah perusahaan minyak karena diberi gaji tinggi. Yadi bersifat pragmatis, artinya mau bekerja di perusahaan tersebut karena ada manfaatnya bagi dirinya, yaitu mendapatkan gaji tinggi.

Jenis – Jenis Penelitian

1. Penelitian Dasar / Murni :

l Pencarian terhadap sesuatu karena ada perhatian dan keingintahuan terhadap hasil sesuatu aktivitas.

l Hasilnya :Pengetahuan umum, yaitu alat untuk memecahkan masalah-masalah praktika.

2. Penelitian Terapan :

l Penyelidikan yang hati-hati, sistematik dan terus -menerus terhadap suatu masalah dengan tujuan untuk digunakan dengan segera untuk keperluan seseuatu.

l Hasilnya : Aplikasi baru dari penelitian yang telah ada.



Kualifikasi Peneliti

Whitney (1960) memberikan beberapa kriteria yang harus dimiliki peneliti adalah sebagai berikut :

1. Daya nalar
2. Originalitas
3. Daya ingat
4. Kewaspadaan
5. Akurat
6. Dapat bekerja sama
7. Kesehatan
8. Semangat
9. Pandangan moral


Penelitian Bisnis

Read On 0 comments

VB

Thursday, October 01, 2009
Basic
adalah salah suatu develope ment tools untuk me mbangun aplikasi da lam
lingkungan Windows. Dalam pengembangan aplikasi, Visua l Basic menggunakan
pende katan Visual untuk meranca ng user interface dalam bentuk form, sedangkan untuk
kodingnya menggunakan dialek bahasa Basic yang cenderung mudah dipelajari. Visual
Basic telah menjadi tools yang terkenal bagi pa ra pemula ma upun para developer.
Visual
Basic adalah bahasa pemrograman berba sis Microsoft Windows yang merupakan
Object
Oriented Programming
(OOP), yaitu pe mrograman berorientasi objek, Visual Basic
menyediakan objek-objek yang sangat kuat, berguna dan mudah.
Dalam lingkungan Windows,
User-interface
sanga t memegang peranan penting,
karena dalam pemakaian aplikasi yang kita bua t, pemakai senantiasa berinteraksi dengan
User-interface
tanpa menyadari bahwa dibelakangnya berjalan instruksi-instruksi
program yang mendukung ta mpilan dan proses yang dilakukan.
Pada pemrograman Visual, pengembangan aplikasi dimulai dengan
pembentukkan
user interface
, kemudian me ngatur
properti da ri objek-objek yang
digunakan dalam user interface, da n baru dilakukan penulisan kode program untuk
menangani kejadian-keja dian (e vent). Tahap pengembangan aplikasi demikian dikenal
dengan istilah pengembangan aplikasi dengan pendekata n
Bottom Up
.
Ada beberapa hal yang ha rus dipa hami da lam mempelajari Visual Basic :

Objek
Sering disebut entity adalah sesuatu yang bisa dibedakan dengan lainnya. Pada
dasa rnya seluruh benda didunia ini bisa dikatakan sebagai objek, contoh : mobil,
komputer, radio, dan lain-lain.

Dalam Visual Basic objek-objek yang dimaksud disebut kontrol. Jenis-jenis kontrol
antara lain ;
Label, Text Box, Combo Box, List Box
, da n masih banyak lagi.

Properti
Sering disebut atribut, adalah ciri-c iri yang menggambarkan uatu objek. Misalnya
disebut objek mobil jika mempunyai ban, spion, rem, da n lain-lain.

Event
Suatu kejadian yang menimpa objek. Bagaimana jika mobil didorong, ditabrak, dicat,
dan sebagainya.

Metode
Kemampuan ya ng dimiliki oleh suatu objek. Contohnya jika mobil berbelok, mundur,
maju.
Read On 0 comments

Macromedia FreeHand

Wednesday, September 16, 2009


Macromedia FreeHand




Macromedia FreeHand adalah aplikasi komputer untuk membuat grafik vektor 2 dimensi (penggunaan lambang geometris seperti titik, garis, lengkungan dan poligon untuk merepresentasikan gambar, dikenal dengan pemodelan geometris) diorientasikan untuk pasar pemasaran desktop professional. Telah tersedia untuk Microsoft Windows dan Mac OS X.

Macromedia FreeHand sangatlah mirip dalam pangsa pasar dan fungsionalitasnya dengan Adobe Illustrator. FreeHand diciptakan oleh Altsys dan dilisensikan ke Aldus, yang mengeluarkan versi 1 sampai dengan 4. Ketika Aldus bergabung dengan Adobe Systems, karena tumpang tindih pangsa pasar dengan Adobe Illustrator, maka Adobe mengembalikan FreeHand ke Altsys segera setelah merger (setelah sejumlah intervensi legal oleh Komisi Dagang Federal). Altsys kemudian dibeli oleh Macromedia, yang mengeluarkan FreeHand 5.0, 5.5 (Khusus Mac), 7, 8, 9, 10 dan 11/MX. Pada tahun 2005 Adobe membeli Macromedia, yang secara tak langsung mengembalikan FreeHand ke Adobe.

Sebagai sebuah aplikasi yang fleksibel, FreeHand sering digunakan untuk pembuatan sistem layout halaman, pembuatan dan pengeditan grafik vektor untuk printing dan web.

Versi terbarunya, FreeHand 11, dipasarkan sebagai FreeHand MXa, yang menunjukkan integrasinya dengan garis produk Macromedia MX, yang juga meliputi Macromedia Flash, Macromedia Dreamweaver, dan Macromedia Fireworks, serta masih banyak lagi yang lainnya.
Read On 0 comments

JAVA

Monday, August 24, 2009


Paradigma: OOP
Muncul Tahun: 1990-an
Didesign oleh: Sun Microsystems
Disiplin mengetik: kuat, statis
Implementasi besar: banyak
Terpengaruh oleh: Objective-C, C++, Smalltalk, Eiffel
Mempengaruhi: C#, D, J#, PHP




Java adalah bahasa pemrograman yang dapat dijalankan di berbagai komputer termasuk telepon genggam. Dikembangkan oleh Sun Microsystems dan diterbitkan tahun 1995.


SEJARAH PERKEMBANGAN JAVA
Bahasa pemrograman Java pertama lahir dari The Green Project, yang berjalan selama 18 bulan, dari awal tahun 1991 hingga musim panas 1992. Proyek tersebut belum menggunakan versi yang dinamakan Oak. Proyek ini dimotori oleh Patrick Naughton, Mike Sheridan, James Gosling dan Bill Joy, beserta sembilan pemrogram lainnya dari Sun Microsystems. Salah satu hasil proyek ini adalah maskot Duke yang dibuat oleh Joe Palrang.

Pertemuan proyek berlangsung di sebuah gedung perkantoran Sand Hill Road di Menlo Park. Sekitar musim panas 1992 proyek ini ditutup dengan menghasilkan sebuah program Java Oak pertama, yang ditujukan sebagai pengendali sebuah peralatan dengan teknologi layar sentuh (touch screen), seperti pada PDA sekarang ini. Teknologi baru ini dinamai "*7" (Star Seven).

Setelah era Star Seven selesai, sebuah anak perusahaan TV kabel tertarik ditambah beberapa orang dari proyek The Green Project. Mereka memusatkan kegiatannya pada sebuah ruangan kantor di 100 Hamilton Avenue, Palo Alto.

Perusahaan baru ini bertambah maju: jumlah karyawan meningkat dalam waktu singkat dari 13 menjadi 70 orang. Pada rentang waktu ini juga ditetapkan pemakaian Internet sebagai medium yang menjembatani kerja dan ide di antara mereka. Pada awal tahun 1990-an, Internet masih merupakan rintisan, yang dipakai hanya di kalangan akademisi dan militer.

Mereka menjadikan perambah (browser) Mosaic sebagai landasan awal untuk membuat perambah Java pertama yang dinamai Web Runner, terinsipirasi dari film 1980-an, Blade Runner. Pada perkembangan rilis pertama, Web Runner berganti nama menjadi Hot Java.

Pada sekitar bulan Maret 1995, untuk pertama kali kode sumber Java versi 1.0a2 dibuka. Kesuksesan mereka diikuti dengan untuk pemberitaan pertama kali pada surat kabar San Jose Mercury News pada tanggal 23 Mei 1995.

Sayang terjadi perpecahan di antara mereka suatu hari pada pukul 04.00 di sebuah ruangan hotel Sheraton Palace. Tiga dari pimpinan utama proyek, Eric Schmidt dan George Paolini dari Sun Microsystems bersama Marc Andreessen, membentuk Netscape.

Nama Oak, diambil dari pohon oak yang tumbuh di depan jendela ruangan kerja "bapak java", James Gosling. Nama Oak ini tidak dipakai untuk versi release Java karena sebuah perangkat lunak sudah terdaftar dengan merek dagang tersebut, sehingga diambil nama penggantinya menjadi "Java". Nama ini diambil dari kopi murni yang digiling langsung dari biji (kopi tubruk) kesukaan Gosling.


VERSI AWAL
Versi awal Java ditahun 1996 sudah merupakan versi release sehingga dinamakan Java Versi 1.0. Java versi ini menyertakan banyak paket standar awal yang terus dikembangkan pada versi selanjutnya:

java.lang: Peruntukan kelas elemen-elemen dasar.
java.io: Peruntukan kelas input dan output, termasuk penggunaan berkas.
java.util: Peruntukan kelas pelengkap seperti kelas struktur data dan kelas kelas penanggalan.
java.net: Peruntukan kelas TCP/IP, yang memungkinkan berkomunikasi dengan komputer lain menggunakan jaringan TCP/IP.
java.awt: Kelas dasar untuk aplikasi antarmuka dengan pengguna (GUI)
java.applet: Kelas dasar aplikasi antar muka untuk diterapkan pada penjelajah web


KELEBIHAN
Multiplatform. Kelebihan utama dari Java ialah dapat dijalankan di beberapa platform / sistem operasi komputer, sesuai dengan prinsip tulis sekali, jalankan di mana saja. Dengan kelebihan ini pemrogram cukup menulis sebuah program Java dan dikompilasi (diubah, dari bahasa yang dimengerti manusia menjadi bahasa mesin / bytecode) sekali lalu hasilnya dapat dijalankan di atas beberapa platform tanpa perubahan. Kelebihan ini memungkinkan sebuah program berbasis java dikerjakan diatas operating system Linux tetapi dijalankan dengan baik di atas Microsoft Windows. Platform yang didukung sampai saat ini adalah Microsoft Windows, Linux, Mac OS dan Sun Solaris. Penyebanya adalah setiap sistem operasi menggunakan programnya sendiri-sendiri (yang dapat diunduh dari situs Java) untuk meninterpretasikan bytecode tersebut.
OOP (Object Oriented Programming - Pemrogram Berorientasi Objek) yang artinya semua aspek yang terdapat di Java adalah Objek. Java merupakan salah satu bahasa pemrograman berbasis objek secara murni. Semua tipe data diturunkan dari kelas dasar yang disebut Object. Hal ini sangat memudahkan pemrogram untuk mendesain, membuat, mengembangkan dan mengalokasi kesalahan sebuah program dengan basis Java secara cepat, tepat, mudah dan terorganisir. Kelebihan ini menjadikan Java sebagai salah satu bahasa pemograman termudah, bahkan untuk fungsi fungsi yang advance seperti komunikasi antara komputer sekalipun.
Perpustakaan Kelas Yang Lengkap, Java terkenal dengan kelengkapan library/perpustakaan (kumpulan program program yang disertakan dalam pemrograman java) yang sangat memudahkan dalam penggunaan oleh para pemrogram untuk membangun aplikasinya. Kelengkapan perpustakaan ini ditambah dengan keberadaan komunitas Java yang besar yang terus menerus membuat perpustakaan-perpustakaan baru untuk melingkupi seluruh kebutuhan pembangunan aplikasi.
Bergaya C++, memiliki sintaks seperti bahasa pemrograman [C++] sehingga menarik banyak pemrogram C++ untuk pindah ke Java. Saat ini pengguna Java sangat banyak, sebagian besar adalah pemrogram C++ yang pindah ke Java. Universitas-universitas di Amerika juga mulai berpindah dengan mengajarkan Java kepada murid-murid yang baru karena lebih mudah dipahami oleh murid dan dapat berguna juga bagi mereka yang bukan mengambil jurusan komputer.
Pengumpulan sampah otomatis, memiliki fasilitas pengaturan penggunaan memori sehingga para pemrogram tidak perlu melakukan pengaturan memori secara langsung (seperti halnya dalam bahasa C++ yang dipakai secara luas).


KEKURANGAN
Tulis sekali, perbaiki di mana saja - Masih ada beberapa hal yang tidak kompatibel antara platform satu dengan platform lain. Untuk J2SE, misalnya SWT-AWT bridge yang sampai sekarang tidak berfungsi pada Mac OS X.
Mudah didekompilasi. Dekompilasi adalah proses membalikkan dari kode jadi menjadi kode sumber. Ini dimungkinkan karena koe jadi Java merupakan bytecode yang menyimpan banyak atribut bahasa tingkat tinggi, seperti nama-nama kelas, metode, dan tipe data. Hal yang sama juga terjadi pada Microsoft .NET Platform. Dengan demikian, algoritma yang digunakan program akan lebih sulit disembunyikan dan mudah dibajak/direverse-engineer.
Penggunaan memori yang banyak. Penggunaan memori untuk program berbasis Java jauh lebih besar daripada bahasa tingkat tinggi generasi sebelumnya seperti C/C++ dan Pascal (lebih spesifik lagi, Delphi dan Object Pascal). Biasanya ini bukan merupakan masalah bagi pihak yang menggunakan teknologi terbaru (karena trend memori terpasang makin murah), tetapi menjadi masalah bagi mereka yang masih harus berkutat dengan mesin komputer berumur lebih dari 4 tahun.

Contoh program GILANG MAULANA yang ditulis menggunakan bahasa pemrograman Java adalah sebagai berikut:

Public class GILANG MAULANA

{
public static void main(String[] args)
{
System.out.println("GILANG MAULANA");
}
}
Read On 0 comments

{ Marque }

Sunday, August 23, 2009
Text berjalan atau istilah tenarnya " Marque ", ialah suatu program dengan menggunakan HTML code sehingga menghasilkan sebuah teks / tulisan yang bisa bergerak atau berjalan. Kebanyakan dari para bloger menggunakan marque, karna disamping untuk menghemat tempat pada halaman blog, marque juga sangat dinamis dan menarik untuk dilihat.


Marquee ini bisa di buat dengan menggunakan tag ....

Atribut yang sering di gunakan adalah :

BGCOLOR="warna" --> Untuk mengatur warna background (latar belakang) teks

DIRECTION="left/right/up/down" --> Mengatur arah gerakan teks

BEHAVIOR="scroll/slide/alternate" --> Untuk mengatur perilaku gerakan

Scroll --> teks bergerak berputar
Slide--> teks bergerak sekali lalu berhenti
Alternate --> teks bergerak dari kiri kekanan lalu balik lagi ( bolak-balik bo)

TITLE='pesan" --> Pesan akan muncul saat mouse berada di atas teks

SCROLLMOUNT="angka" --> mengatur kecepatan gerakan dalam pixel, semakin besar angka semajin cepat gerakannya.

SCROLLDELAY="angka" --> Untuk mengatur waktu tunda gerakan dalam mili detik

LOOP="angka|-1|infinite" --> Mengatur jumlah loop

WIDTH="lebar" --> Mengatur lebar blok teks dalam pixel atau persen

Agar lebih jelas akan saya sertakan contohnya :

Contoh marquee dari gerakan :



marquee dari kanan ke kiri



hasilnya :

marquee dari kanan ke kiri
ganti kata "left" dengan keinginan anda yaitu bisa : left, up, down .

Contoh marquee dari perilaku gerakan :



marquee menurut perilaku



marquee menurut perilaku

Contoh marquee dengan variasi hurup dan warna latar belakang :

<FONT FACE="georgia" color="White">



hasilnya :

marquee dengan variasi hurup


Ada variasi lain dari marquee ini, yakni ketika mouse sedang berada di area marquee teks akan berhenti dan ketika mouse di geser kembali ketempat lain maka teks akan bergerak kembali, ini hanya di tambahkan sedikit program pada kolom marquee.

Contoh, silahkan arahkan mouse anda ke area marquee di bawah ini :



silahkan tunjuk ke sini



hasilnya :

silahkan tunjuk ke sini

Contoh marquee yang di dalam nya terdapat link :



Rubrik Elektronik


Electronic Rubric


Kolom iklan




hasilnya : Free Template





.........., Selamat Mencoba ya { For Us }
Read On 0 comments

Desain Grafis

Sunday, August 23, 2009



Desain grafisadalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam desain grafis, teks juga dianggap gambar karena merupakan hasil abstraksi simbol-simbol yang bisa dibunyikan. Desain grafis diterapkan dalam desain komunikasi dan fine art. Seperti jenis desain lainnya, desain grafis dapat merujuk kepada proses pembuatan, metoda merancang, produk yang dihasilkan (rancangan), atau pun disiplin ilmu yang digunakan (desain).

Seni desain grafis mencakup kemampuan kognitif dan keterampilan visual, termasuk di dalamnya tipografi, ilustrasi, fotografi, pengolahan gambar, dan tata letak.

Desain grafis pada awalnya diterapkan untuk media-media statis, seperti buku, majalah, dan brosur. Sebagai tambahan, sejalan dengan perkembangan zaman, desain grafis juga diterapkan dalam media elektronik, yang sering kali disebut sebagai desain interaktif atau desain multimedia.

Batas dimensi pun telah berubah seiring perkembangan pemikiran tentang desain. Desain grafis bisa diterapkan menjadi sebuah desain lingkungan yang mencakup pengolahan ruang.

Unsur dalam desain grafis sama seperti unsur dasar dalam disiplin desain lainnya. Unsur-unsur tersebut (termasuk shape, bentuk (form), tekstur, garis, ruang, dan warna) membentuk prinsip-prinsip dasar desain visual. Prinsip-prinsip tersebut, seperti keseimbangan (balance), ritme (rhythm), tekanan (emphasis), proporsi ("proportion") dan kesatuan (unity), kemudian membentuk aspek struktural komposisi yang lebih luas

Peralatan yang digunakan oleh desainer grafis adalah ide, akal, mata, tangan, alat gambar tangan, dan komputer. Sebuah konsep atau ide biasanya tidak dianggap sebagai sebuah desain sebelum direalisasikan atau dinyatakan dalam bentuk visual.

Pada pertengahan 1980, kedatangan desktop publishing serta pengenalan sejumlah aplikasi perangkat lunak grafis memperkenalkan satu generasi desainer pada manipulasi image dengan komputer dan penciptaan image 3D yang sebelumnya adalah merupakan kerja yang susah payah. Desain grafis dengan komputer memungkinkan perancang untuk melihat hasil dari tata letak atau perubahan tipografi dengan seketika tanpa menggunakan tinta atau pena, atau untuk mensimulasikan efek dari media tradisional tanpa perlu menuntut banyak ruang.

Seorang perancang grafis menggunakan sketsa untuk mengeksplorasi ide-ide yang kompleks secara cepat, dan selanjutnya ia memiliki kebebasan untuk memilih alat untuk menyelesaikannya, dengan tangan atau komputer.



DAFTAR SOFTWARE DESIGN GRAFIS....
----------------------------------- fOR uS

DESKTOP PUBLISHING
1. Adobe Photoshop
2. Adobe Illustrator
3. Adobe Indesign
4. Coreldraw
5. GIMP
6. Inkscape
7. Adobe Freehand
8. Adobe image ready
9. CorelDraw

WEBDESIGN
1. Macromedia Dreamweaver
2. Microsoft Frontpage
3. Notepad
4. Adobe Photoshop

AUDIOVISUAL
1. Adobe After Effect
2. Adobe Premier
3. Final Cut
4. Adobe Flash, atau sebelumnya Macromedia Flash

RENDERING 3 Dimensi
1. 3D StudioMax
2. Maya
3. AutoCad
4. Google SketchUp
5. Blender
Read On 0 comments
Follow Gilang_UT on Twitter
Instagram

...::: I'm Cloudy :::...

If you dont like me...its not my problem, its YOURS.

We dont love the people we love because they're perfect, we love the people we love because THEY ARE

Happiness will never come to those who fail to appreciate what they already have

Whether you think that you can, or that you can't, you are usually right

Be nice to people on your way up because you meet them on your way down